Mencoba menulis mengetik kembali setelah sekian lama vacuum cleaner.

Klakson, aksesoris ini bisa ditemukan pada kendaraan bermotor. Fungsinya ya memberitahukan orang lain keberadaan si pemilik kendaraan. Bisa jadi si pemilik merasa eksistensinya belum tersalurkan secara maksimal, makanya dengan bantuan klakson ia bisa menyalurkannya.

Outputnya bervariasi, mulai dari tit tit, nen nen, hingga ke tulalilet tulalilet.

Tapi di postingan ini saya lebih menekankan korelasi frekuensi membunyikan klakson dengan tingkat kecerdasan pelakunya.

Menurut saya pribadi, orang yang membunyikan klakson dengan frekuensi tinggi memiliki tingkat kecerdasan yang rendah. Kok bisa? Jadi gini. Ini menurut otak saya ya. Boleh berkenan.

Orang membunyikan klakson, biasanya pada saat jalannya dihalangi, entah oleh kendaraan lain, manusia lain, atau sesama binatang. Selain itu ada juga orang yang membunyikan klakson pada benda mati. Silahkan cek faktanya di rumah orang kaya. Begitu kendaraannya sampai di depan pagar yang tertutup, ia lantas membunyikan klakson. Jangan tertawa dulu. Kalau pembaca yang budiman pernah melihat orang yang jalannya terhalangi pohon yang rubuh dan ia hanya membunyikan klaksonnya tanpa mau turun dari kendaraannya dan menyingkirkan pohon tersebut, baru tertawalah terbahak-bahak. Dia pikir itu pohon bisa bangkit sendiri mungkin.

Bagi saya, orang cerdas tidak akan terlalu sering membunyikan klakson. Alih-alih membunyikan klaksonnya, ia akan mencari jalan keluar. Misal, kalau jalannya dihalangi pohon, ya dia turun, menyingkirkan pohonnya, dan jalan kembali. Kalau jalannya dihalangi kendaraan lain, ya dia berusaha cari jalan lain, mungkin lewat kiri atau kanan atau atas atau bawah kendaraan yang menghalanginya. Kalau ga ada jalan lain, ya nikmati aja. Belum tentu penyebab kemacetannya adalah kendaraan yang tepat di depanmu. Bisa jadi kendaraan di depan depannya depannya lagi yang jalannya lambat, atau terhalang juga. Orang cerdas akan memikirkan banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Orang stupid, ya karena kapasitas otaknya sempit, pilih jalan pintas dengan membunyikan klakson.

Kadang lucu juga ketika berhenti di lampu lalu lintas berwarna merah yang berubah menjadi hijau, lalu pengemudi banyak yang membunyikan klakson, padahal yang paling depan aja belum jalan. Bolehlah mengingatkan kendaraan di depan dengan sekali bunyi, tapi kalau berkali-kali yaa anggapan saya pelakunya kebelet berak atau otaknya kecil.

Sekian.

Advertisements

Senin. Masih di minggu awal bulan. Agendanya adalah rapat koordinasi. Dan aku mendapat agenda sendiri dari si Bos buat ke DinKes ngurusin ijin PBF. Aku disuruh pergi sama Kurnia (penanggungjawab alkes). Hiks, ga ikut rakor deh. Ga dapet makan siang all you can eat deh. Hiks.

Di parkiran motor, aku siap menyalakan si mbah, eh, si Kurnia bilang, “Mas, pinjem mobil Pak David aja. Mau ujan nih.” Aq sih setuju banget sama usulannya. Masalahnya, rakor sudah dimulai dan peserta sudah lengkap. Mau minjem kuncinya, malu. Ya udah deh, kuurungkan niat meminjam mobilnya si Bos dan kembali mengengkol si mbah. Tapi Kurnia kembali bertanya, “Gimana, udah ngomong sama Pak David?” Kujawab, “Males ah, ruangannya udah rame. Rakor udah mulai. Malu aku.” Si Kurnia membalas, “Udah ga apa-apa.” Kujawab lagi, “Ga ah, malu aku. Kalau emang menurutmu ga apa-apa. Kenapa bukan kamu aja yang minjem?” Kurnia menjawab, “Ya udah, bener ya? Kupinjemin nih.” Mendadak Kurnia hilang dari pandangan. Sekembalinya ke tempatku, dia memberikan kunci mobil Pak David sambil berkata, “Ni Mas, bawa.” Kubalas, “Wihh, pede amat kamu Kur. Salut deh.” Alhasil, si mbah kembali ke parkiran, dan aku mengendarai Innovanya si Bos. Cuaca juga mendukung karena mendung dan sedikit gerimis.

Tujuan pertama ke DinKes Provinsi. Langsung menemui Pak Zulkarnaen yang mengurusi perijinan PBF. Dan Pak Zul mulai berbicara dari A sampai Y. Aku bisa menebak apa Z nya. Dan benar saja ketika berbicara Z, Pak Zul menyodorkan proposal kegiatan untuk peringatan Hari Kesehatan Nasional. Yaelah Pak, Pak.. Ga perlu basa basi buat ngaju’in proposal gitu deh. To the point aja dari awal. Akhirnya perijinannya langsung digarap dan proposal juga sudah kubawa.

Tiba di kantor setelah jalan-jalan mengendarai innovanya si Bos. Pas rakor selesai. Pas makan siang. Karena ga ikut rakor, aku juga jadi ga enak mau ikut makan siang. Padahal pengenn.. Ya udah deh, nunggu rakor bulan depan aja.

Selesai kerja, hari Senin waktunya futsal. Jadwal futsal hari ini adalah bertanding melawan RS Provinsi. Total aku bermain 3 game. Game pertama kalah 3-1, game kedua menang 3-1, dan game ketiga imbang 2-2. Puas banget lah, karena musuhnya bagus mainnya. Dan pas aku juga on fire. Bakar lemak cara enak.

Siang hari, sedang asik-asiknya bekerja, ada telepon dari Mama. Sebenarnya, udah dari kemarin Mama terus-terusan nelpon, tapi ya karena timingnya ga pas, maka ga kejawab. Pas ku telepon balik, timingku juga ga pas, jadi ya ga kejawab juga. Ku SMS ga dibales sama Mama..hadehhh ni maunya gimana sih. Akhirnya barulah hari ini berhasil berkomunikasi. Dari obrolan dengan Mama, akhirnya aku tahu kalau Pakde Dodo sedang di Metro, dan hari ini mau kembali ke Jambi. Selain itu, aku juga baru tahu kalau Oma sedang sakit. Hiks. Mendadak langsung khawatir. Tapi Mama lagi di tempatnya Oma, jadi telepon langsung diberikan ke Oma dan aku berbincang dengannya.

Oma merupakan sosok yang paling bijak dan paling sehat. Jarang marah, dan kalau marah membangun, bukan menjatuhkan dan merusak. Banyak pelajaran darinya. Di usianya yang sudah sangat tua sekali banget, pendengarannya masih berfungsi dengan baik. Terbukti masih merespon pertanyaan-pertanyaan yang kuberikan. Dan sakitnya kali ini mungkin karena dia ingin anak dan cucu cicitnya berkumpul. Pengenn rasanya ada di deket Oma. Semoga masih ada kesempatan untuk ngobrol langsung sama Oma.

Sorenya, aku menjalani KPP hari kedua. Tema hari ini adalah liturgi dan seksualitas. Pembahasan mengenai liturgi memang merupakan hal baru untukku, tapi seksualitas bukan. Sejak SD aku sudah mendapat pendidikan seksualitas. Bersyukur deh, menjadi bagian dari pendidikan di bawah naungan Fransiskus Xaverius. Cuma, ya memang beda antara yang kudapat waktu SD sama yang sekarang ini. Lebih kompleks dan mendalam.

Pulang KPP, aku berniat nge-gym. Syukur niatku terlaksana. Otot target malam ini adalah back. Lagi asik-asiknya nge-gym, masuklah 2 orang perempuan. Yang 1 anak pemilik gym, yang 1 nya lagi kayaknya temannya. Mereka ga nge-gym, tapi langsung menuju ke lantai 2. Pas melewati aku, busyettt, wanginya ngalah-ngalahin bau keringet orang-orang yang lagi nge-gym. Wangi beneran! Lumayanlah, di sela-sela keletihan mengangkat-ngangkat beban, ada hiburan dan wewangian dikit.

Pulang nge-gym, aku janjian sama mahasiswaku yang bermasalah dengan absensi. Karena setelah nge-gym butuh asupan nutrisi, maka aku makan. Pas lagi nunggu makanan tersaji, eh, ternyata mahasiswaku tadi sudah di lokasi. Kusuruh ke tempat aku makan aja. Memang ini bagian menyenangkan dari tugas seorang dosen. Mahasiswa diminta kemana aja, bersedia..heuheuheu. Selesai makan, pulang, mandi, dan tidurrrr. Muscle recover..

Ini hari pertama Kursus Persiapan Perkawinan. Mau kawin aja kursus dulu. Karena yang pertama, makanya aku mau yang sempurna. Dijadwalkan, acara akan dimulai pukul 15.30 WIB. Dari kantor, aku berangkat pukul 15.00 WIB. Hanya membutuhkan sekitar 15 menit untuk mencapai lokasi kursus. Alhasil, aku menjadi yang terdepan hadir di lokasi. Dan ternyata, acara baru dimulai pukul 16.00 WIB. Hadehh.. Besok-besok berangkat pukul 15.45 WIB aja deh.

Tema hari ini adalah spiritualitas, tema selanjutnya adalah moral. Sembari mendengarkan pembicara menyampaikan materi, dd berbicara padaku, “Cewek yang baju ijo di sana cantik.” Aku mencari cewek yang dimaksud dd, dan ketemu. Memang, secara fisik cewek yang dimaksud dd bisa dikategorikan cantik, dan pasangannya culun.. Cewek itu putih, berbibir merah dengan baju hijau terusan dan hi heels warna merah. Dan yang terpenting, roknya terbuka mengobral paha sampai ke (hampir) pangkalnya. Semacam ada orang teriak-teriak, ‘Paha, paha, kasih murah, kasih murah!’ Ini aku sedang berada di Pangkal Pinang atau Pangkal Paha ya?

Aku langsung nyeletuk ke dd, “Pahanya keliatan.”
Dd membalas, “Udah kuduga.”

Jadi, konsentrasiku terbagi 3. Antara spiritualitas, moral, dan paha. Ketiganya saling berkaitan erat.

Tapi kalau kuperhatikan raut wajahnya, kayaknya tu cewek jauh lebih cerewet dan jauh lebih galak dari dd. Dd aja kalau hormon cerewetnya berada pada level medioker, udah bikin pusing. Apalagi kalau ada yang lebih cerewet dari dd.. Bisa-bisa bikin pusing tujuh keliling.

Pulang KPP, rencananya mau nge-gym, tapi si dd nyuruh ke rumah orangtuanya karena mbak Santi ada perlu. Ya udah, batalin niat. Ubah plan. Mandi, langsung ke rumah orangtuanya dd. Sampai di sana, ternyata mbak Santi keperluannya adalah membeli susu.. Yaelah, kenapa ga by SMS aja sih.

Habis dari rumah orangtuanya dd, aku janjian sama Rudi untuk mengambil hasil foto pre-wedding. Meeting poinnya Teras Sambal. Biasanya aku duluan yang sampai, eh, ini si Rudi udah ngabisin 1 ayam. On location, serah terima foto. Dah tinggal dipilih-pilih yang asoy..

Puncak perayaan hari ulang tahun PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. jatuh hari ini. Tiap divisi dihimbau untuk menggunakan kostumnya masing-masing. Aku masuk dalam divisi operation dengan kostum sepakbola warna abu-abu-biru. Rencananya pengen pake celana pendek sejak berangkat ke kantor, tapi kuurungkan dulu ah.

Sampai di kantor, mengawali hari seperti biasanya. Yang membedakan adalah faktur dan SP yang menggunung luar biasa. Dan kalau tumpukan ini dibagi menjadi dua sama banyak akan jadi gunung kembar *halah. Baru juga ditinggal sehari ke Toboali, ehh udah menggunung (dan kalau dibagi dua jadi gunung kembar). Hari inipun tumpukan gunung tersebut belum bisa kuratakan. Masih banyak kerjaan yang lebih prioritas. Untungnya, hari ini sales order ditutup pukul 11.00 WIB. Dan kantor tutup sesaat setelahnya.

Pukul 11.00 WIB, karyawan dipersilakan pulang dan menjemput keluarganya. Perayaan ulang tahun akan diadakan di Hotel Serrata. Terus aku yang belum punya keluarga harus gimana? Gigit jari aja deh.. Kantor udah kosong. Karyawan udah pada pulang. Aku juga absen dan pulang. Mau jemput dd, tapi ga boleh bawa pacar. Hiks. Ya udah mampir warung Padang dulu buat makan siang. Waktu masih panjang karena acara dimulai pukul 14.00 WIB. Pulang dulu ah. Ngantuk, tidur dulu ah. Pukul 13.40 WIB barulah aku menuju lokasi perayaan ultah.

Sampai di lokasi, permainan segera dimulai. Lomba pertama adalah lomba voli. Sejak SMP aku ga pernah suka sama yang namanya voli. Soalnya ga bisa. Karena ga bisa jadinya aku memilih main basket atau bola aja. Dan sejak saat itu tiap ada voli ga pernah mau ikut. Mending nonton aja deh. Tapi hari ini mau ga mau, suka ga suka ya harus main. Dan ternyata aku bisa. Banyak poin yang disumbang dari pukulan serve ku. Wah, aku mulai menyukai voli kalau begini ceritanya. Dan divisi operation juara 2.

Selain voli, ada juga lomba futsal. Nah, yang ini aku paling bisa, tapi apa daya ketentuan dari panitia harus menggunakan topeng. Susah bener men, mengolah bola pakai topeng. Ga pakai aja udah susah.. Tambah lagi anggota di team operation in kemampuan bermain bolanya sudah banyak yang udzur. Alhasil, divisi operation kalah dipertandingan pertama.

Masih ada lomba lain lagi, yaitu tarik tambang. Kalau lomba tarik tambang ini bikin inget sama anak farmasi Sanata Dharma angkatan 2003. Di angkatan tersebut banyak benerr buldosernya.. Di lomba ini jelaslah divisi operation kalah lagi dipertandingan pertama.

Team XPDC

 

District Manager Kalbe

 

Buldoser

Selesai perlombaan, ada waktu buat mandi. Acara dilanjutkan dengan menggunakan batik sebagai dress code dalam rangka partisipasi hari batik yang sudah berlalu. Acara malam ini agendanya bagi-bagi hadiah perlombaan dan door prize. Syukur, aku dapet box besar. Lumayan buat nyimpen kamera atau baju. Tapi sejujurnya aku ngiler bener sama hadiah pertamanya, yaitu DVD Home Theatre..

Grand Prize

Selesai semua acara, kami pulang ke rumah masing-masing sambil menenteng hadiah. Hotel Serrata ini tempatnya di tepi pantai, jadi ya kalau mau pulang harus menyusuri pantai. Pinggiran pantainya sudah ada taman dan tempat duduk, tapi belum ada lampu, jadinya sepanjang perjalanan pulang ya gelep bener. Gelapnya ini mirip daerah Maguwoharjo jaman aku pertama kali kuliah. Nah, ketika lampu Xeon menerangi kegelapan, terlihatlah motor-motor yang terparkir di pinggir pantai. Tanpa pengemudi. Entah kemana pengemudinya. Mungkin ditelan kegelapan. Dan pepohonan di sepanjang pantai yang gelap ini juga mulai menampakkan penunggunya. Sepasang manusia berlainan jenis kelamin sedang berpelukan.. Yah, kalau sudah berpasangan, meskipun gelap dan ga ada pemandangan yang bisa dilihat, tetap aja indah. Seperti kata pepatah ‘Cinta itu buta, karena buta jadi ya banyak meraba-raba’. Lalu yang tidak buta gimana? Ya carilah tempat gelap..

Pemanis HUT (Anti, rep alkes)

 

40 th

Jum’at ini team ekspedisi kekurangan amunisi untuk mengantar barang. Dan melihat pekerjaan, rasanya aku bisa menemani salah seorang dengan rute terjauh. Dan rute terjauh hari ini adalah Toboali.

Selesai beberes faktur dan SP, aku berangkat menuju Toboali bersama Bang Willy. Baru mau jalan, eh si Kurnia ngikut. Alhasil kami bertiga menuju ke Toboali. Sebenarnya, aku pribadi punya misi mencari tempat yang telah ditentukan untuk mengikuti tes CPNS, yaitu SMP 1 Koba. Misi selanjutnya adalah pengen mengemudikan mobil box. Misi lainnya adalah melihat pantai yang pernah ditunjukkan Bang Willy lewat fotonya. Misi lainnya lagi keluar sejenak dari rutinitas kantor dalam ruangan. Dan misi terakhir liat-liat perempuan Toboali yang katanya cantik-cantik.

Mission accomplished dimulai dari yang terakhir. Ngeliat perempuan-perempuan Toboali yang katanya cantik-cantik. Sampai di Toboali, ya emang banyak perempuannya, tapi kok ya biasa aja ya. Di Pangkalpinang juga gitu, di Jakarta juga gitu, di Jogja juga gitu. Mungkin karena jarang ke Toboali, jadi perempuan di sana terlihat lebih cantik.

Selesai mengantar barang yang kebanyakan adalah toko kosmetik, kami makan siang dulu. Abis itu lanjut ke pantai yang ada di bukit Namak. Huaahhh..pantainya keren abis! Airnya bersih. Mirip pertama kali menjajakan kaki di pantai Ngobaran. Cuma ya itu, untuk mencapai pantai ini harus melewati jalan yang bergeronjal ga karuan kayak grafik spektofotometri AAS. Mungkin semua yang indah memang harus melalui kesulitan dulu. Pantai kayak gini enaknya buat tidur-tiduran, tapi Bang Willy ngajak mancing. Ya udah, mancing dulu aja. Ga lama, dapet ikan! Kata Bang Willy nama ikan yang kudapat adalah Kerapu Antu.

Pantai Gunung Namak

Kurnia & Bang Willy

Kerapu Antu

Abis mancing, kami pulang. Di tengah jalan, Bang Willy berhenti dan memintaku mengemudikan mobil, tapi aku menolak dengan alasan jalannya yang jelek. Tapi Bang Willy terus memaksa. Ya udah deh, aku memberanikan diri mengemudikannya. Dan terus sampai di Koba. Di Koba, isi solar dulu. Pas melanjutkan perjalanan, ketemulah yang namanya SMP 1 Koba. Ajaib, padahal pas berangkat ga ada..

Rencana semula sampai di kantor, sekitar pukul 17.00 WIB, tapi aktualisasinya sampai di kantor pukul 18.30 WIB. Batal deh, misa Jum’at pertama. Malamnya nganterin dd ke rumah mbak Maya dalam rangka persiapan ujian SKPA besok. Dd ditunjuk jadi MC, makanya malam ini ikut rapat. Selesai rapat, makan di tempat makan pedas. Nah, warung makan Arema ini, akhirnya bisa sedikit memuaskan lidahku dalam hal tingkat kepedasannya..

Puas dah seharian ini.

Kamis artinya futsal, komandan!

Sepulang dari kantor langsung ngacir ke lapangan futsal. Di sana sudah banyak team yang biasa bermain. Ada musuhnya juga. Musuhnya ini termasuk dalam kategori hebat, baik individual maupun team work. Jadi semangat deh buat bertanding.

Game pertama. Teamku mempunyai komposisi yang alakadarnya, hasilnya kalah 2-0. Game kedua. Teamku mempunyai komposisi yang alakadarnya, hasilnya menang tipis 0-0. Kosong-kosong kok menang? Yaeyalahh.. Team yang dilawan ini ibarat real madrid, sementara teamku ibarat Sunderland. Jadi, walaupun hanya 0-0 tetap dianggap menang. Menang tipis.

Pulang futsal rencananya mau membentuk otot kaki, tapi capeknya ga karuan jadi membatalkan niat untuk membentuk otot kaki. Maaph ya kaki, lain kali deh..

Remember the day

January 2018
M T W T F S S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031